Lebih kurang 60 jiwa dari 35 keluarga telah menjadi korban akibat tanah longsor yang terjadi di pemukiman warga masyarakat RW 11 Kampung Dewata, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey Kabupaten Bandung, pada Selasa (23/2) lalu. Mereka rata-rata adalah
para karyawan yang bekerja di PT. Chakra Perkebunan Teh Dewata beserta anggota keluarganya. Untuk sementara pihak Dinas Sosial Kabupaten Bandung dan Kepolisian setempat telah menurunkan tenda sebagai tempat evakuasi bagi ratusan jiwa lainnya di tempat yang lebih aman. Selain rumah penduduk ada pula yang ikut tertimbun seperti beberapa pasilitas umum lainnya yaitu Masjid dan sarana olahraga.
Terkait dengan kejadian bencana alam tersebut, Satuan Tugas Satgas Pramuka Peduli Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Bandung dalam upayanya turut membantu meringankan beban para korban tersebut tengah mengumpulkan bantuan baik itu berupa makanan maupun pakaian layak pakai untuk disumbangkan langsung kepada mereka yang membutuhkan bekerjasama dengan Satuan Koordinasi Lapangan Penanggulangan Bencana Alam (Satkorlak PBA) dengan mendirikan Posko Peduli,” Posko Peduli ini tujuannya untuk menampung bantuan dari tiap Kwartir Ranting (Kwarran) Se-Kota Bandung dan saat ini baru Kwarran Kiaracondong yang telah menyumbangkan bantuannya berupa makanan instan serta pakaian layak pakai,” ujar Ka Budi selaku salah satu pengurus Pramuka Peduli Kwarcab Kota Bandung saat ditemui kotapramuka.com di Taman Pramuka, Jl. LL.RE.Martadhinata Bandung, Kamis ( 25/2).
Menurut Ka Budi, Bantuan ini tidak langsung dikirimkan saat ini juga, akan dikumpulkan sampai sekira jumlahnya telah sesuai dengan yang dibutuhkan dan pengirimannyapun berkoordinasi langsung dengan pihak Satkorlak PBA serta pihak terkait lainnya agar nantinya bantuan tersebut tepat sasaran,” terang Ka Budi yang menginformasikan pula kepada pihak manapun yang akan turut menyumbangkan bantuan dapat berkoordinasi dengan Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Kota Bandung melalui Posko Peduli.
Sementara itu, ditempat yang sama tengah diadakan pula kegiatan karang Pamitran Kwarcab Kota Bandung 2010 yang diikuti lebih kurang 180 orang Pelatih Pembina mulai dari tingkat Siaga,Penggalang, Penegak dan Pandega Se-Kota Bandung selama dua hari (25-26/2).
Tujuan kegiatan ini tidak lain untuk menyamakan persepsi mengenai sistem materi yang sering digunakan baik secara teori maupun praktek dalam setiap kegiatan kepramukaan.
Benny/Roni/Indonesia-Indonesia
para karyawan yang bekerja di PT. Chakra Perkebunan Teh Dewata beserta anggota keluarganya. Untuk sementara pihak Dinas Sosial Kabupaten Bandung dan Kepolisian setempat telah menurunkan tenda sebagai tempat evakuasi bagi ratusan jiwa lainnya di tempat yang lebih aman. Selain rumah penduduk ada pula yang ikut tertimbun seperti beberapa pasilitas umum lainnya yaitu Masjid dan sarana olahraga.Terkait dengan kejadian bencana alam tersebut, Satuan Tugas Satgas Pramuka Peduli Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Bandung dalam upayanya turut membantu meringankan beban para korban tersebut tengah mengumpulkan bantuan baik itu berupa makanan maupun pakaian layak pakai untuk disumbangkan langsung kepada mereka yang membutuhkan bekerjasama dengan Satuan Koordinasi Lapangan Penanggulangan Bencana Alam (Satkorlak PBA) dengan mendirikan Posko Peduli,” Posko Peduli ini tujuannya untuk menampung bantuan dari tiap Kwartir Ranting (Kwarran) Se-Kota Bandung dan saat ini baru Kwarran Kiaracondong yang telah menyumbangkan bantuannya berupa makanan instan serta pakaian layak pakai,” ujar Ka Budi selaku salah satu pengurus Pramuka Peduli Kwarcab Kota Bandung saat ditemui kotapramuka.com di Taman Pramuka, Jl. LL.RE.Martadhinata Bandung, Kamis ( 25/2).
Menurut Ka Budi, Bantuan ini tidak langsung dikirimkan saat ini juga, akan dikumpulkan sampai sekira jumlahnya telah sesuai dengan yang dibutuhkan dan pengirimannyapun berkoordinasi langsung dengan pihak Satkorlak PBA serta pihak terkait lainnya agar nantinya bantuan tersebut tepat sasaran,” terang Ka Budi yang menginformasikan pula kepada pihak manapun yang akan turut menyumbangkan bantuan dapat berkoordinasi dengan Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Kota Bandung melalui Posko Peduli.
Sementara itu, ditempat yang sama tengah diadakan pula kegiatan karang Pamitran Kwarcab Kota Bandung 2010 yang diikuti lebih kurang 180 orang Pelatih Pembina mulai dari tingkat Siaga,Penggalang, Penegak dan Pandega Se-Kota Bandung selama dua hari (25-26/2).
Tujuan kegiatan ini tidak lain untuk menyamakan persepsi mengenai sistem materi yang sering digunakan baik secara teori maupun praktek dalam setiap kegiatan kepramukaan.
Benny/Roni/Indonesia-Indonesia