
Kawasan Taman Buru Masigit-Kareumbi yang terletak di sebelah utara Cicalengka dengan jarak 14 kilometer dan dari Kota Bandung sekitar 43 kilometer, merupakan salah satu kawasan di Jawa Barat yang termasuk kedalam tiga Kabupaten yaitu Kabupten Bandung, Sumedang dan Garut. Pada akhir tahun 2008 lalu kawasan ini telah menjadi tempat kegiatan konservasi alam dari Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri yang bekerjasama dengan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Jawa Barat berupa program Manajemen Pengelola Kawasan Konservasi Masigit-Kareumbi (KMK).
Program yang dilaksanakan terdiri dari enam program diantaranya : 1). Konservasi, 2). Pendidikan dan Pelatihan Alam Terbuka, 3). Ekowisata, 4). Penangkaran Satwa Buru dan Wisata Buru, 5). Pemberdayaan Masyarakat ,dan 6). Penelitian dan Pengembangan.
Kawasan Masigit-Kareumbi terletak diantara DAS Cimanuk dan subDAS Citarum yang sangat penting sebagai daerah hulu dan mata air dari beberapa anak sungai yang bermuara di sungai besar Cimanuk dan Citarum.Anak sungai tersebut diantarnya sungaiCigunung,Cikantap,Cimanggu, Cihanyawar,Citarik Cideres,Cileunca,Cianten,Cikayap,Cibayawak,Cibangau,Cisereh dan Cimacan.
Pada tahap awal program konservasi, dilakukan dua kegiatan pokok yaitu kegiatan pembibitan dan penanaman.Untuk pembibitan, diperlukan 16 jenis bibit pohon tahaman hutan hujan tropis yang berasal dari pohon induk di sekitar kawasan dengan jumlah bibit mencapai kurang lebih 50.000 pohon dan pada program penanaman dilakukan disetiap awal musim hujan antara bulan November-Maret. Target yang ditetapkan bahwa semua pohon yang ditanam dapat terjamin proses tumbuhnya.Oleh sebab itu, Wanadri dan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Jabar merancang program adopsi pohon (tree adoption program) yaitu mengajak kepada seluruh warga masyarakat khususnya di Jawa Barat untuk turut peduli akan kelestarian lingkungan hidup dan berpartisipasi melalui penggalangan dana yang diberi nama program Wali Pohon Masigit Kareumbi.
Dengan cara ini dapat membuka peluang kepada masyarakat untuk berperan aktif sebagai orang tua asuh bagi pohon yang ditanam di kawasan konservasi. Hanya seharga Rp 50.000 perpohon selanjutnya, oleh pihak pengelola akan ditanam di lokasi yang telah ditentukan.
Biaya asuh ini secara keseluruhan sudah termasuk penyediaan bibit pohon, penanaman di lokasi konservasi, pembuatan dan penempelan papan nama (tree tag) dan perawatan selama lima tahun sejak pohon ditanam. Kedepan, akan diberikan tanda kepada wali pohon dalam bentuk sertifikat dijital yang dikirimkan melalui email serta website untuk memudahkan pengadobsi memantau perkembangan pohon adopsinya dan mendapatkan informasi terbaru.
Pola-pola kemitraan dan pemberdayaan masyarakat akan senantiasa terus dikembangkan dan untuk program konservasi ini Wanadri bekerjasama pula dengan komunitas masyarakat yang berada di sekitar blok penanaman untuk melakukan perawatan seperti memantau kondisi pohon, pembersihan gulma, pemupukan dan penyulaman.Sementara, dalam kawasan tersebut, pihak pengelola telah menyediakan minimal 6 jenis pohon seperti Puspa, Rasamala, Manglid, Salam, Sobsi, dan Surian. dan bibit-bibit pohon ini disesuaikan dengan kemampuan pohon untuk menangkap air, menahan tanah serta manfaat pohon bagi satwa liar seperti Tupai, burung dan primata lokal.
Pada November 2008 - Maret 2009, tidak kurang 12.546 batang pohon telah ditanam diarea seluas 12 hektare dan di tahap awal ini masih tersedia sekitar 15 hektare lahan yang dapat dihijaukan lagi.
Untuk warga masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan penyelamatan dan pelestarian lingkungan khususnya di wilayah Jawa Barat, informasi lebih lanjut dapat menghubungi : Wali Pohon Gunung Masigit-Kareumbi (Masigit Kareumbi Tree Adoption Program) Manajemen pengelola Kawasan Konservasi Masigit-Kareumbi Jl. Kawista No.26 Bandung,Jawa Barat Indonesia 4019 ph/fax 022-2502085 Email: walipohon@tbmk.org,Web: http:/kareumbi.wordpress.com/program/konservasi
Benny/Roni/kotapramuka.com
Program yang dilaksanakan terdiri dari enam program diantaranya : 1). Konservasi, 2). Pendidikan dan Pelatihan Alam Terbuka, 3). Ekowisata, 4). Penangkaran Satwa Buru dan Wisata Buru, 5). Pemberdayaan Masyarakat ,dan 6). Penelitian dan Pengembangan.
Kawasan Masigit-Kareumbi terletak diantara DAS Cimanuk dan subDAS Citarum yang sangat penting sebagai daerah hulu dan mata air dari beberapa anak sungai yang bermuara di sungai besar Cimanuk dan Citarum.Anak sungai tersebut diantarnya sungaiCigunung,Cikantap,Cimanggu, Cihanyawar,Citarik Cideres,Cileunca,Cianten,Cikayap,Cibayawak,Cibangau,Cisereh dan Cimacan.
Pada tahap awal program konservasi, dilakukan dua kegiatan pokok yaitu kegiatan pembibitan dan penanaman.Untuk pembibitan, diperlukan 16 jenis bibit pohon tahaman hutan hujan tropis yang berasal dari pohon induk di sekitar kawasan dengan jumlah bibit mencapai kurang lebih 50.000 pohon dan pada program penanaman dilakukan disetiap awal musim hujan antara bulan November-Maret. Target yang ditetapkan bahwa semua pohon yang ditanam dapat terjamin proses tumbuhnya.Oleh sebab itu, Wanadri dan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Jabar merancang program adopsi pohon (tree adoption program) yaitu mengajak kepada seluruh warga masyarakat khususnya di Jawa Barat untuk turut peduli akan kelestarian lingkungan hidup dan berpartisipasi melalui penggalangan dana yang diberi nama program Wali Pohon Masigit Kareumbi.
Dengan cara ini dapat membuka peluang kepada masyarakat untuk berperan aktif sebagai orang tua asuh bagi pohon yang ditanam di kawasan konservasi. Hanya seharga Rp 50.000 perpohon selanjutnya, oleh pihak pengelola akan ditanam di lokasi yang telah ditentukan.
Biaya asuh ini secara keseluruhan sudah termasuk penyediaan bibit pohon, penanaman di lokasi konservasi, pembuatan dan penempelan papan nama (tree tag) dan perawatan selama lima tahun sejak pohon ditanam. Kedepan, akan diberikan tanda kepada wali pohon dalam bentuk sertifikat dijital yang dikirimkan melalui email serta website untuk memudahkan pengadobsi memantau perkembangan pohon adopsinya dan mendapatkan informasi terbaru.
Pola-pola kemitraan dan pemberdayaan masyarakat akan senantiasa terus dikembangkan dan untuk program konservasi ini Wanadri bekerjasama pula dengan komunitas masyarakat yang berada di sekitar blok penanaman untuk melakukan perawatan seperti memantau kondisi pohon, pembersihan gulma, pemupukan dan penyulaman.Sementara, dalam kawasan tersebut, pihak pengelola telah menyediakan minimal 6 jenis pohon seperti Puspa, Rasamala, Manglid, Salam, Sobsi, dan Surian. dan bibit-bibit pohon ini disesuaikan dengan kemampuan pohon untuk menangkap air, menahan tanah serta manfaat pohon bagi satwa liar seperti Tupai, burung dan primata lokal.
Pada November 2008 - Maret 2009, tidak kurang 12.546 batang pohon telah ditanam diarea seluas 12 hektare dan di tahap awal ini masih tersedia sekitar 15 hektare lahan yang dapat dihijaukan lagi.
Untuk warga masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan penyelamatan dan pelestarian lingkungan khususnya di wilayah Jawa Barat, informasi lebih lanjut dapat menghubungi : Wali Pohon Gunung Masigit-Kareumbi (Masigit Kareumbi Tree Adoption Program) Manajemen pengelola Kawasan Konservasi Masigit-Kareumbi Jl. Kawista No.26 Bandung,Jawa Barat Indonesia 4019 ph/fax 022-2502085 Email: walipohon@tbmk.org,Web: http:/kareumbi.wordpress.com/program/konservasi
Benny/Roni/kotapramuka.com