Dengan bertemakan “Improving Ports Productivity, Emerging Markets”, forum kali ini di bagi menjadi tiga sesi pembahasan dengan 14 pembicara yang terdiri dari para praktisi di bidang kepelabuhan yang berasal dari kawasan asia oceinia. ”Melihat tren indutri palyaran, keplabuhan serta letak geografinya sebagai negara maritm yang berposisi strategis maka posisi Indonesia semakin diuntungkan. Bila dioperasikan secara maksimal dan didukung dengan sistem manajemen yang lebih sederhana, pelabuhan-pelabuhan di Indonesia berpotensi menjadi pelabuhan yang sangat kompetitif,” ujar Sekretaris Jendral IAPH, Susumu Naruse.
Tema yang dibahas pada hari pertama diantaranya; “Regulatory Framework and Port Stategies”, “Economic Recovery and Emerging Trends in Maritime Sector” serta “Marine Environment and Safety” dan hari kedua difokuskan pada pertemuan regional yang membahas mengenai laporan dari secretariat dan perkembangan dari hasil pertemuan Busan Conference olah Busan Port Authority.Hadir dalam acara pembukaan di Gedung Merdeka Bandung tersebut antara lain; Gubernur Jabar, diwakili olah Asisten Ekbang Prov. Jabar, Wawan Ridwan, Menteri Transportasi RI diwakili Dirjen Perhubungan laut, Sunaryo S.H., Presiden IAPH Vice, Mr. Grant Gillfilan, dan sejumlah undangan lainnya.
R.J. Lino selaku Direktur Utama Pelindo dalam kesempatan yang sama mengatakan, Sebagai tuan rumah kali ini, Indonesia berkesempatan untuk bertukar pikiran dan bisa memetik pelajaran dari forum ini yang dapat diterapkan di pelabuhan di Indonesia. Sebaliknya para delegasi juga bisa melihat secara langsung keseriusan pelabuhan Indonesia untuk memajukan kualitas pelayanan pelabuhan,” dalam rencana pengembangan pelabuhan dibawah naungan pelindo II akan menargetkan untuk menjadikan Pelabuhan Tanjung Periok, Jakarta sebagai hub port di Indonesia dan dengan status tersebut, 40 persen arus barang ke Cina dan Jepang dapat dikirimkan melalui Tanjung Periok serta 60 persen arus barang di Indonesia dapat langsung melakukan trans shipping di pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia,” ujar Lino yang pada 2010 ini akan melalui program bertajuk ”Productivity for Everyone” di seluruh 12 pelabuhan di bawah naungan Pelondo II sehingga dapat mendorong pertumbuhan roda perekonomian negara.
Lino menambahkan, saat ini pelaksanaan aktivitas pelayana pelabuhan selama 24 jam telah diimplmentasikan di pelabuhan Tanjung Periok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya, Tanjung Emas Semarang dan Belawan medan,” harapan kami dapat mengikuti perkembangan sistem pelayaran dan keplabuhan di kawasan Asia dan Ocenia pada kesempatan ini dan menjadikan kondisi pelabuhan di Indonesia siap bersaing dengan pelabuhan bertaraf internasional,” lanjut Lino.
Sementara itu, topik yang dibahas dalam sesi pertama dari forum tersebut adalah Perubahan kebijakan Bidang Keplabuhan di Indonesia yang disampaikan oleh Dirjen Perhubungan Laut, Sunaryo SH.
Roni/kotapramuka.com